Internet of Things Menyusahkan Umat Islam?

Munculnya Internet of Things (IoT)

Internet of Things atau dikenal dengan sebutan IoT adalah sebuah bukti akan perbedaan zaman yang terus berkembang sampai saat ini. IoT merupakan sebuah penemuan muktahir yang dapat kita temukan dalam kehidupan sehari-hari yang mungkin masih banyak diantara kita yang tidak mengetahui hal terebut. IoT adalah secara bahasa adalah dua kata yang digabungkan menjadi satu yaitu internet (jaringan penghubung) dan Things (kegunaan). Jika digabungkan menjadi jaringan untuk segala kegunaan.

Secara istilah modern disampaikan oleh Drew Hendricks seorang ahli komputer dan teknologi di London bahwa IoT ini secara garis besar ialah seperangkat jaringan objek yang disematkan dengan sensor, perangkat lunak, dan teknologi lain dengan tujuan menghubungkan dan bertukar data dengan perangkat dan sistem lain melalui internet.

Jadi secara sederhana bahwa IoT ini adalah perangkat yang dibuat manusia dengan tujuan mempermudah segala aktivitas yang ada dengan membuat alat-alat atau sistem yang dapat berinteraksi langsung dengan manusia atau dalam kata lain bisa mengikuti perintah dari manusia sebagai penggunanya secara otomatis tanpa harus manual. Sebagai contoh seperti pintu otomatis tanpa harus membuka dengan tangan, kipas angin dengan remote control tanpa harus menekan tombolnya, televisi dengan sensor tangan bisa menyala, listrik pintar yang sedang viral saat ini bisa menggunakan hp saat mematikan dan menyalakan perabotan rumah tangga yang ada melalui sambungan bluetooth dan internet, mematikan AC menggunakan Hp, dan masih banyak lagi.

Pada mulanya IoT belum muncul sebelum internet ada. IoT mulai muncul pada tahun 1999 sebelum Internet muncul pada tahun 1990. Namun konsep IoT sudah mulai dibentuk pada tahun 1982 atas dasar rancangan smart device (perangkat pintar) di salah satu perusahaan minuman di Amerika Serikat yang bernama Coca Cola yang ingin membuat sebuah mesin minuman yang dapat mengoperasikan dirinya sendiri atau memiliki kepintaran didalamnya atau dalam istilah modern sekarang adalah sitem Artifical Intelligence (kecerdasan buatan) dengan tujuan agar bekerja sendiri dan tidak memakan banyak karyawan dan cepat dalam memproduksi barang mereka. Rancangan ini dibuat di Carnegie Mellon University di Pittsburgh, Pennsylvania Amerika serikata.

Dan akhirnya rancangan tersebut berkembang hingga memunculkan istilah IoT atau Internet of Things. Bedanya dengan smart device adalah IoT memiliki perangkat yang dapat menghubungkan satu benda dengan benda lainnya termasuk dengan kemauan manusia, sedangkan smart device adalah perangkat yang ditanamkan pada sebuah mesin atau alat supaya dia bisa bergerak sendiri secara otomatis tanpa harus manual.

Bagaimana Hukum Penggunaan IoT Sendiri dalam Islam?

Banyak para ulama dan para ustadz yang membahas mengenai perkembangan di zaman Revolusi Industri 4.0 saat ini. IoT lahir tidak lain karena masuknya kita di zaman ini dengan tujuan menjadikan seluruh aktivitas yang biasa dilakukan secara manual oleh manusia, ataupun makhluk hidup, dan lainnya bisa dilakukan dengan menggunakan sistem mesin atau juga di sisi modernnya adalah penciptaan robot yang dapat melakukan apa saja yang diinginkan oleh manusia itu sendiri, dan ini sudah terbukti dengan salah satu munculnya IoT pada Revolusi Industri terebut.

Jika dikaitkan kedalam hukum islam jelas tidak menjadi masalah dan hukumnya adalah mubah (boleh). Tidak ada ulama yang melarang hal terebut. Hal ini berdasarkan firman Allah SWT pada Q.S Al-Baqarah ayat 185 yang berbunyi: 

يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ

Artinya, “Allah menghendaki kalian kemudahan dan tidak menghendaki kesulitan,”
Lalu dikuatkan dengan Hadits Nabi SAW yang diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Nabi SAW bersabda:

إِنَّ الدِّينَ يُسْرٌ ، وَلَنْ يُشَادَّ الدِّينَ أَحَدٌ إِلاَّ غَلَبَهُ ، فَسَدِّدُوا وَقَارِبُوا وَأَبْشِرُوا ، وَاسْتَعِينُوا بِالْغَدْوَةِ وَالرَّوْحَةِ وَشَىْءٍ مِنَ

الدُّلْجَةِ

Artinya, “Sesungguhnya agama itu mudah. Dan selamanya agama tidak akan memberatkan seseorang melainkan memudahkannya. Karena itu, luruskanlah, dekatilah, dan berilah kabar gembira! Minta tolonglah kalian di waktu pagi-pagi sekali, siang hari di kala waktu istirahat dan di awal malam,” (HR. al-Bukhari [39] dan Muslim [2816]).

Dari ayat dan hadits tersebut dijelaskan bahwa Allah SWT tidak pernah ingin hambanya merasa kesulitan saat melakukan ibadah kepadanya. Dalam arti bahwa ibadah atau amal yang dilakukan harus dengan kemampuan yang sesuai atau sesanggup yang kita punya. Dan jelas jika IoT ini dapat memudahkan kita dalam hal beribadah khususnya, atau melakukan sesuatu yang niatnya baik dengan tujuan mempermudah segala usaha maka penggunaan IoT ini akan naik hukumnya menjadi sifatnya anjuran (Sunnah).

Akan tetapi menjadi tinjauan jika penciptaan alat-alat atau teknologi tersebut digunakan untuk jalan yang tidak halal, sudah pasti hukumnya akan menjadi haram bukan mubah lagi karena tujuan dari penciptaannya untuk hal-hal yang haram. Tetapi apa salahnya jika hal ini menjadi bermanfaat bagi umat islam kedepannya. Justru para ulama banyak mendukung kepada kita sebagai umat islam untuk masuk dan tidak meninggalkan Revolusi Industri 4.0 ini. Mengapa demikian sudah jelas ini adalah perintah Allah yang mana banyak dari kita tidak asing dengan ayat ini yaitu Q.S Al-Qasash ayat 77 yang berbunyi:

وَابْتَغِ فِيْمَآ اٰتٰىكَ اللّٰهُ الدَّارَ الْاٰخِرَةَ وَلَا تَنْسَ نَصِيْبَكَ مِنَ الدُّنْيَا وَاَحْسِنْ كَمَآ اَحْسَنَ اللّٰهُ اِلَيْكَ وَلَا تَبْغِ الْفَسَادَ فِى الْاَرْضِ ۗاِنَّ

اللّٰهَ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِيْنَ

Artinya: “Dan carilah (pahala) negeri akhirat dengan apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu, tetapi janganlah kamu lupakan bagianmu di dunia dan berbuatbaiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berbuat kerusakan.”

Ayat ini jelas bahwa Allah memerintahkan kita untuk mengejar Akhirat yang diutamakan dibandingkan dunia, namun bukan meninggalkannya tetapi mengambilnya juga dan mempergunakannya tidak lain sebagai alat untuk kita bisa pergunakan sebagai amal dalam menggapai kebahagiaan di akhirat kelak. Dan dunia yang dimaksud ini masuk didalamnya mengenai penggunaan IoT (Internet of Things).Karena jika kita sebagai umat hanya bisa duduk diam tanpa memanfaatkan zaman yang sudah ada, maksudnya kita sudah masuk di zaman yang seharusnya tetapi bersikap tak peduli maka kita akan menjadi umat yang tertinggal dengan umat lainnya, akhirnya umat islam menjadi umat yang jumud dan tergerus arus zaman dengan kata lain tidak bisa apa-apa. Maka kita pergunakan dan ikut berpastisipasi didalamnya. Salah satunya ialah dengan memanfaatkan IoT sebagai wadah dalam pengembangan umat kedepannya.

Jika kita melihat sejarah peradaban islam dimasa lampau bagaimana mereka para ulama, sekaligus cendekiawan di masa-masa dinasti tertentu menciptakan berbagai macam penemuan-penemuan yang luar biasa dan tidak pernah terpikirkan oleh kita bagaimana hal tersebut bisa tercipta. Tentunya tidak lain adalah semangat para ulama dan cendekiawan untuk memajukan peradabannya yaitu umat islam dan umat manusia seluruhnya yang mana mereka berpikir bagaimana penemuan mereka bisa membantu peradaban manusia kedepannya. Bukan hanya islam saja tetapi seluruh umat manusia dan hal terebut kita rasakan sampai sekarang ini.

Hal ini disampaikan langsung melalui video dokumenter yang berhasil menggapai banyak penghargaan dalam penayangannya berdurasi 13 menit yang dibuat oleh Ahmed Salim sebagai Producer dan Managing Director dan dibantu dari banyak akademisiyang berjudul “1001 Inventions and The Library of Secrets”. Film ini dibuat oleh Asosiasi yang bernama 1001 Inventions yang mana asosiasi ini bekerja dalam proyek untuk mendata perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di dunia islam, terutama pada masa keemasannya (Gold Age) yang terletak di Britania Raya atau Inggris. Dalam pembuatan film sekaligus penelitian tentang perdaban islam dibantu juga oleh organisasi yang bernama Foundation for Science and Technology and Civilisation yang bertempat di Inggris juga.

Penemuan Islam

 

Dalam film tersebut disampaikan bahwa zaman kegelapan yang sering disebut sampai sekarang oleh orang-orang di dunia adalah zaman abad pertengahan pada masa dinasti-dinasti Islam berdiri. Salah satunya ialah dinasti Abbasiyah. Mereka tidak mengetahui bahwa zaman kegelapan itu adalah zaman keemasan sebenarnya yang disampaikan dalam film tersebut. Zaman dimana berbagai penemuan ditemukan dan menjadi penemuan-penemuan yang luar biasa dan masih digunakan sampai sekarang di zaman ini. Orang-orang hanya menganggap bahwa zaman yang berpegaruh bagi kemajuan dunia adalah zaman yunani kuno, zaman revolusi industri, zaman romawi kuno, dan yang lainnya. Dan menyatakan bahwa zaman abad pertengahan yang ditutupi bahwa zaman ini adalah zaman kegelapan (Dark Age) dan tidak berpengaruh apa-apa bagi kemajuan peradaban berikutnya. Dan film ini membantah dan menjelaskan hal sebenarnya dari zaman tersebut.

Salah satunya ialah sebagai contoh jam Bing Ben yang ada di London, Inggris sebagai icon kebanggaan bagi negara ini yang telah berdiri 150 tahun sampai saat ini, dan menjadi jam terbesar di dunia, atau jam-jam dinding dan jam tangan atau jam beker, dan semua jenis jam yang ada tanpa kita safari bahwa orang pertama yang menemukan konsep mesin jam adalah tidak lain seorang arsitek dan ahli mesin ternama pada masa dinasti Abbasiyah adalah Al-Jazari yang membuat sebuah jam besar bernama “Jam Gajah” yang sangat terkenal dan fenomenal di zamannya. Belum lagi pemuan beliau yang luar biasa adalah konsep mesin penggerak atau mesin uap yang beliau buat. Padahal zaman masih sangat jauh untuk menerima penemuan tersebut tetapi beliau telah terpikir untuk menciptakan penemuan tersebut untuk membantu manusia dalam kehidupan sehari-harinya. Tanpa jam kita tidak akan tahu waktu dan lupa segalanya. Tanpa mesin mungkin kita sekarang tidak akan pernah naik mobil, motor, ataupun kereta.

Kemudian handphone yang sering kita pakai untuk selfie dan berfoto keluarga. Untuk video call dan sebagainya tidak lain adalah jasa dari seorang ulama bernama Ibnu Al-Haitham sebagai ilmuwan penemu konsep dalam kerja kamera yang beliau dapatkan dari konsep kerja mata kita dalam menangkap cahaya sehingga bisa melihat alam sekitar. Penemuan beliau yang terkenal adalah Qamara atau Camara Obscura atau sekarang disebut kamera.

Belum lagi penemuan muktahir dalam dunia medis yaitu alat bedah yang sering dipakai dalam proses operasi atau amputasi seperti saat bersalin, bocor, khitan (sunat), dan lainnya yang mana semua alat bedah dalam dunia medis tidak lain ditemukan oleh Abu Al-Qasim Al-Zahrawi sebagai bapak bedah yang membuat berbagai macam jenis alat bedah di zaman tersebut yang dipakai sampai saat ini dan juga salah satu yang peling terkenal dari penemuan beliau adalah “Catgut” atau benang jahit untuk menutup hasil pembedahan yang berasal dari “Gut” atau usus hewan atau serat hewan yang sampai sekarang benang jahit tersebut masih digunakan sampai saat ini dalam proses pembedahan.

Lalu pesawat yang sering kita lihat di langit dengan suara gemuruh yang hebat dan menakjubkan. Atau kita yang sering menumpanginya untuk pergi ke berbagai wilayah yang jauh dengan waktu tempuh yang cepat. Mungkin dari kita banyak mengetahui bahwa pesawat pertama kali ditemukan oleh Wright bersaudara pada masa revolusi industri pertama. Tetapi dalam film tersebut disampaikan bahwa jauh 1000 tahun sebelum itu ada orang sudah percaya bahwa manusia bisa terbang layaknya seekor burung dan melakukan berbagai macam percobaan dan membuat berbagai gambar konsep model sayap atau kerangka model supaya manusia bisa terbang. Tidak lain beliau adalah Abbas Ibnu Firnas. Dan ingatlah bahwa beliaulah yang pertama kali membuat konsep model kerangka pesawat terebut di zamannya. Dan masih banyak lagi penemuan-penemuan yang diciptakan oleh para ulama dan cendekiawan.

Merekalah sebenarnya yang berjasa besar dalam menyumbangkan penemuan-penemuan mereka untuk kemudahan bagi umat manusia kedepannya. Zaman revolusi industri, yunani kuno, romawi kuno, hanyalah zaman dimana mereka mengolah kembali konsep dan pengembangannya dari zaman Abad Pertengahan (Gold Age).
Hal ini sebagai contoh bagi kita sebagai umat islam bahwa IoT adalah hal yang sangat penting untuk kita pelajari dan kita kembangkan semestinya. Tidak malukah diri kita dengan para ulama dan cendekiawan di zaman dahulu yang mana mereka selain mendalami ilmu agama secara radikal juga dibarengi dengan kemauan yang tinggi dalam mempelajari ilmu pengetahun sains atau teknologi-teknologi muktahir yang mereka dapatkan dari kerja keras dan semangat mereka dalam mendalami ilmu pengetahuan layaknya mencintai tuhannya dalam beribadah kepada-Nya.

Manfaat IoT bagi Islam

Karena banyaknya manfaat yang dapat diambil dari kecanggihan IoT saat ini tentu saja hal ini akan berdampak pada khususnya kemajuan bagi umat islam kedepannya.

1. Mempermudah Segala Urusan dalam Belajar Agama

Salah hasil dari IoT yang terkenal saat ini adalah buku online atau buku digital yang tidak harus dicetak dan dibuat dengan lembaran kertas yang banyak dan berat. Tetapi hanya dengan menggunakan aplikasi atau mendownload melalui link di internet semuanya hanya bisa dilihat pada satu tempat yaitu Handphone Mobile yang sering kita pakai saat ini atau Laptop, komputer, dsb.

Ebook Islam
Gambar: Ebook Islam

Jika kita membeli langsung buku atau menggunakannya langsung mungkin akan memberatkan kita sedikit, salah satunya dari biaya pembelian. Semakin tebal buku yang dibeli maka akan semakin mahal harganya. Belum lagi buku memiliki usia yang akan semakin tua dan akan membuat kertas atau lembaran menjadi lapuk dan rusak sehingga mengharuskan membeli buku lagi. dan juga jika tebal dan berat akan kesusahan untuk membawanya saat kemana-mana. Tetapi dengan IoT melalui buku digital, seberapa banyak buku apapun yang disimpan atau dibawa, pastinya tidak akan sulit dan mudah untuk digunakan dimanapun dan kapanpun.

Belum lagi biaya mendapatkannya tidaklah mahal bisa dengan mendownload melalui internet dengan beberapa MB atau Gb saja, bisa juga meminta langsung dengan teman atau guru untuk mengirimnya melalui Bluetooth atau WA dan aplikasi apapun sehingga tidak harus mendownload dan susah payah untuk mencarinya di Internet. Tanpa kita sadari bahwa banyak di ponpes-ponpes modern atau di perguruan tinggi islam dimanapun tidak sedikit dari para ustadz atau musyrif dan kiai yang menggunakan buku digital yang berisi berbagai kitab tafsir, hadits, atau ilmu-ilmu lainnya sebagai referensi ketika ia mengajar di kelas. Mereka tidak akan kesulitan lagi untuk membawa berbagai macam buku untuk mengshare seluruh ilmu yang ada kepada murid-muridnya.

Tinggal membawa laptop saja atau handphone Android dan membukanya di dalam kelas. Dengan begitu pembelajaran ilmu agama akan semakin mudah dan membuat umat kita semakin menjadi umat yang terdidik dan dalam akan ilmu agama khususnya dibarengi dengan pengetahuan umum juga. Tidak seperti zaman dahulu yang harus pergi kesana kemari untuk mendapatkan referensi ilmu dengan mendatangi kiai di ponpes atau menuju ke perpustakaan nasional, dsb.

Kemudian seperti aplikasi yang dibuat oleh suatu lembaga seperti Arabiah Institute dan English Discovery yang mana saat ini masih dipakai di berbagai perguruan tinggi islam termasuk UIN tentunya, dengan aplikasi ini bisa memberikan materi dan latihan soal-soal yang menarik dan beragam dengan sistem nilai otomatis (langsung mengoreksi sendiri) tanpa harus para dosen atau Ustadz-Ustadzah melakukannya secara langsung atau manual, karena hal tersebut akan memakan waktu lebih lama dan menyusahkan juga karena banyaknya mahasiswa yang ikut serta dalam bimbingan tersebut. Dengan aplikasi ini mempermudah khususnya bagi para mahasiswa untuk belajar lebih dalam mengenai bahasa arab dan bahasa inggris sebagai modal untuk membuka jendela dunia khususnya dunia internasional.

Muslim Books

Lalu tidak jauh-jauh seperti Salah satu contohnya adalah penggunaan aplikasi google meet, video call pada WA, atau Zoom dan aplikasi lainnya yang sering kita pakai saat ini dalam kehidupan sehari-hari terhadap berbagai macam kegiatan seperti belajar kuliah, sharing ilmu, seminar, kajian keagaamaan bersama ustadz-ustadz terkenal, dan masih banyak yang lainnya yang mana aplikasi ini bisa digunakan untuk menghubungkan berbagai server PC atau Laptop dimana pun kita berada dan saling terhubung satu sama lain dalam jumlah berarpun dengan menggunakan wifi atau kuota internet yang dimiliki. Kecanggihan aplikasi dilengkapi dengan berbagai macam fitur seperti penampil presentation saat kita ingin mengajarkan sesuatu kepada orang-orang didalam aplikasi tersebut.

Online Video

Belum lagi tersedia web cam atau kamera yang dapat menampilkan diri kita dan terlihat oleh teman-teman, ustadz-ustadzah kita, atau narumber dalam seminar, dsb. Dan yang paling berkesan lagi aplikasi ini dapat menekan adanya penularan virus corona atau Covid-19 dengan menghubungkan berbagai server atau PC dan laptop yang kita gunakan atau dengan Handphone android juga bisa antara satu orang dengan orang banyak tanpa harus bertatap muka atau bertemu secara langsung karena memungkinkan penularan pada saat pandemi saat ini.

Baca Juga : 7+ Tips Membuat Smartphone Lebih Bermanfaat

Dan banyak dari sekolah-sekolah agama, perguruan tinggi islam, atau majlis-majlis ta’lim saat ini yang menggunakan aplikasi dalam menjalankan aktivitasnya termasuk belajar dalam urusan keagamaan bagi generasi bangsa dan masyarakat banyak. Walau di tengah pandemi seperti ini tetap kegiatan menuntut ilmu dan mengajarkan ilmu dalam urusan keagamaan harus tetap berjalan sebagaimana biasanya dan tidak terhenti begitu saja.

2. Mempermudah Bisnis Syari’ah

Zaman revolusi industry 4.0 memang sangat berpengaruh pada kehidupan umat manusia, khususnya dalam bidang perdagangan atau bisnis. Kemajuan teknologi membuat semuanya berubah drastis menjadi lebih efektif dan efisien. Salah satu buktinya ialah munculnya teknologi berupa bisnis online melalui web -web yang dapat dibuka melalui situs ternama berupa crome dan mozila firefox seperti Amazon dan Ali Baba contohnya. Dan berkembang lagi dengan masuknya IoT dengan memunculkan aplikasi-aplikasi bisnis online yang dapat diunduh di Plays Store, App Market, atau juga Windows Store, seperti Lazada, Bukalapak, Shopee, Bli-Bli, Toko Pedia, dan masih banyak lagi.

Terbukti dengan data dari BPS (Badan Pusat Statistik) bahwa presentase penjualan atau bisnis online melonjak drastis mencapai 320% di bulan Maret 2020 dari total penjualan online awal tahun. Dan meningkat kembali menjadi 480% di bulan April berikutnya. Salah satu penyebab meningkatnya hal ini berdasarkan penyampaian dari Ekonom Utama PMO Blue Print Sistem Pembayaran Bank Indonesia bapak Agung Purwoko mengatakan bahwa kondisi ini terjadi karena adanya pergeseran pola belanja masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya di tengah pandemi. Sebenarnya penjualan bisnis online juga mulai naik sebelumnya walau pandemi belum muncul ditengah-tengah kita. Disebabkan karena mudahnya dalam sistem pembayaran dan memilih berbagai barang tanpa harus datang ke toko-toko atau ke supermarket. Karena maraknya hal ini menyebabkan banyaknya dari pasar-pasar swalayan seperti Giant yang harus mengeluarkan banyak karyawan disebabkan menurunnya pendapatan dan akhirnya berhenti beroperasi atau gulung tikar yang resmi dilakukan di tahun ini.

Dengan menggunakan aplikasi bisnis online ini, banyak dari orang yang bisa mengunjungi berbagai macam toko dan memilih barang-barang yang akan dibeli dengan dicantumkannya variasi harga yang berbeda-beda lalu melakukan proses tawar menawar tanpa harus keluar rumah. Hal inilah juga yang menjadi sebab tinggi akan penggunakan bisnis online saat ini.

Salah satunya juga ada yang namanya sistem e-commerce atau lebih dikenal dengan uang elektronik berupa akun yang diisi dengan saldo. Hal ini menambah mudahnya dalam bertransaksi non tunai atau tanpa mengeluarkan uang secara langsung dan bisa dikirim melalui saldo ke pada penjual dari aplikasi bisnis online tersebut.

Dalam pemaparan hal tersebut menjadi ajang bagi kita sebagai umat islam untuk bisa mengembangkan perekonomian umat agar menjadi lebih baik kedepannya. Banyak dari toko-toko atau gerai-gerai dengan brand-brand muslim seperti Rabbani, Al-Mia, Al-Fath, Keke, Wadimor, dsb. Atau yang menjual berbagai macam kebutuhan muslim seperti madu, siwak, minyak wangi, kayu gaharu, dsb yang memasarkan barang-barangnya melalui web-web atau aplikasi-aplikasi milik mereka sendiri seperti Rabbani APP, Wadimor.com, Pustaka Al-Kautsar Web, Ummul Qura App, dsb. Belum lagi juga sudah dilengkapi dengan transaksi berbentuk non tunai memakai sistem e-commerce sama seperti aplikasi bisnis online biasanya. Hal ini menjadi manfaat adanya IoT ditengah-tengah kita dalam memajukan bisnis khususnya bisnis bagi umat islam kedepannya di zaman ini.

Muslim Apps

3. Kemajuan dan Kemudahan di Rumah Ibadah dan Majelis Ilmu

Seperti yang kita ketahui tentang penemuan baru IoT yang sangat familiar saat ini ialah salah satunya bernama Smart Electrical Plug atau colokan listrik pintar. Kegunaan sistem ini ialah menghubungkan semua benda baik itu lampu, kipas angin, AC, Speaker, Televisi, dsb yang dapat dihidupkan, dimatikan, atau diatur ketegangan listriknya dengan satu alat kontrol melalui koneksi Wifi berupa Handphone Android. Sistem sangat canggih ini mungkin sudah ada dipasang di beberapa Masjid-Masjid besar disekitar kita. Memang belum terlalu banyak Masjid atau Langgar yang menggunakan sistem ini dan sistem ini digunakan untuk menyalakan dan mematikan alat-alat di dalam masjid seperti lampu, Speker, Microphone, AC, kipas angin, dsb dengan satu alat melalui Handphone Android.

Wifi Pintar

Atau bisa juga menggunakan sistem yang bernama Smart Home yang banyak dipakai saat ini. Sistem ini dapat memantau pergerakan jika ada orang yang masuk ke rumah, memantau alat-alat listrik yang masih menyala di rumah dan dapat dimatikan dari jarak jauh menggunakan Handphone Android dan penghubungnya adalah sistem internet atau Wifi. Belum lagi banyak di ponpes-ponpes modern saat ini yang banyak menggukan handphone saja jika ingin mematikan dan menyalakan kipas angin, AC, Lampu, atau bel sekolah melalui aplikasi di Hp android yang terhubung dengan saluran internet. Seperti contohnya aplikasi Mi Remote Controller, SURE, ZaZa Remote, AC Freedom, dll. Jadi tidak perlu menggunakan remot khusus lagi jika ingin mematikan barang-barang yang ada di tempat ibadah khususnya atau di yang mempunyai majelis-majelis ilmu di dalamnya.

Kontrol HP
Kemudian sistem yang mungkin sudah mulai digunakan di beberapa Ponpes berupa cctv yang dapat dilihat tanpa harus melihat di monitor utama, tetapi bisa melalui aplikasi di Hp Android sehingga ketika ustd atau ustdh sedang berada di luar atau dalam perjalanan tetap bisa memantau segala kegiatan yang dilakukan oleh santri-santrinya. Atau di beberapa masjid yang dapat dipantau dari jarak terjauh sekalipun dengan menggunakan cctv dan hanya mengawasinya melalui Hp saja yang sudah terhubung dengan internet tanpa harus ada seseorang yang harus menjaganya. Bisa dilakukan oleh ketua masjid tersebut walau berada di luar masjid sekalipun.

Camera Pintar

Lalu yang sering kita jumpai di pintu masuk Masjid atau pintu-pintu kelas atau kantor di pesantren atau sekolah agama islam lainnya yang menggunakan namanya sistem Automatic Door atau sistem pintu otomatis yang bisa terbuka dan tertutup sendiri ketika kita masuk atau keluar. Sistem ini menggunakan sensor sebagai pengontrolnya dengan melihat pada injakan, gambar, atau hawa panas dari tubuh kita manusia sehingga membuat pintu ini bisa terbuka dan tertutup secara otomatis tanpa harus disentuh atau cara manual lainnya. Dan masih banyak lagi sistem atau tekologi yang dibuat dari IoT ini yang banyak belum dipakai di Masjid ataupun Majelis Ilmu. Dan masih banyak lagi manfaat dari penerapan IoT bagi umat islam tentunya.

Pintu Buka Otomatis

Hikmah IoT bagi Umat Islam Kedepannya

Salah hal yang menjadi tantangan bagi umat islam kedepannya adalah perkembangan yang begitu cepat seperti saat ini yang tidak terasa bahwa digital dengan pengoperasian yang otomatis lebih diutamakan daripada manual dengan usaha manusia sebagai SDM. Ini menjadi suatu hal yang harus diperhatikan bagi kita umat islam untuk mau belajar dari kecanggihan yang dihasilkan di zaman ini agar tidak menjadi umat yang tertinggal dan terbelakang atau jumud. Jelas beribadah juga penting tetapi proses menanam masih dilakukan di dunia dan kita harus berbaur juga dengannya. Dengan belajar dari khususnya IoT ini akan membuat kita sebagai umat bisa membuat sistem yang serupa bahkan lebih canggih dari semua itu.

Karena kita ketahui bahwa semua sistem IoT yang dimanfaatkan saat ini adalah hasil dari pemikiran-pemikiran orang-orang barat yang sangat maju peradabannya saat ini. Apakah kita akan diam saja tanpa juga ikut serta dalam membuat sebuah penemuan yang luar biasa yang bisa membantu umat kita kedepannya. Apakah kita tidak malu bahwa semua dasar-dasar ilmu yang mereka pelajari dan mereka tuangkan dalam bentuk karya bukankah berasal dari para ulama dan cendekiawan muslim di zaman dahulu. Mereka mau mempelajarinya dan mau mengembangkannya sedangkan kita hanya menerima dan memakai hasil yang mereka buat. Seharusnya kita sebagai umat mencontoh dari sikap-sikap orang-orang barat yang sangat mencintai segala ilmu. Cukup tiru hal yang baik padanya, tidak harus mencontoh yang buruk dari mereka.

Tidak lain hikmah dari adanya IoT ini adalah sebagai motivasi kita sebagai umat islam untuk terus maju dan berkembang kedepannya dengan membuat berbagai penemuan-penemuan muktahir yang bisa membantu segala aktivitas manusia khususnya umat islam sendiri. Dan membuat kita semakin cinta akan perkembangan ilmu pengetahuan yang terus berubah dan berkembang disetiap zaman dan membuat kita sebelumnya tidak menjadi umat yang jumud atau tertinggal dengan umat-umat yang lainnya.
Wallahu ‘Alam.

Penulis

3 thoughts on “Internet of Things Menyusahkan Umat Islam?”

Leave a Comment