Perkembangan peradaban manusia merupakan salah satu hal yang tidak bisa dihentikan. Perkembangan peradaban dengan berbagai inovasi-inovasi baru sejalan degan kebutuhan manusia yang makin kompleks. Dalam hal ini manusia dituntut untuk dapat bertahan dan memenuhi kebutuhannya demi keberlangsungan hidup. Namun, dalam upaya pemenuhan kebutuhan ini terdapat oknum-oknum yang melakukannya dengan cara yang buruk sehingga dapat merugikan kita semua. 

Contohnya dengan cara alih fungsi lahan hutan menjadi perkebunan (deforestasi) yang dapat mengakibatkan menyebabkan degradasi lingkungan. Alih fungsi hutan menjadi perkebunan tentu akan berdampak kepada kita semua secara umum. Semakin banyak hutan dibabat maka habitat berbagai satwa akan terancam, tumbuhan-tumbuhan endemik juga makin sulit ditemukan, kawasan hidup bagi Komunits Adat Terpencil (KAT) juga tercancam, serta hal ini juga dapat memicu meningkatnya emisi karbon terutama di lahan gambut.

Indonesia adalah salah satu negara produsen kelapa sawit terbesar di dunia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik pada tahun 2019 indonesia memproduksi 48,4 juta ton minyak sawit dengan luas perkebunan mencapai 14 juta hektar lebih yang tersebar paling banyak di Pulau Sumatera dan Kalimantan yang memiliki hutan gambut yang luas. 

Pembukaan Lahan

Dalam prosesnya untuk membuat perkebunan kelapa sawit harus melakukan alih fungsi lahan yang tentunya dapat berpengaruh secara langsung terhadap ekosistem yang tinggal di wilayah tersebut. Aktivitas pertanian seperti seperti alih fungsi lahan gambut di Indonesia dapat memicu emisi karbon yang besar sehingga dapat mempercepat pemanasan global (global warming). 

Efek Rumah Kaca

Sumber Gambar: Olahan Pribadi Vektor Gratis di Freepik

Telah banyak bukti ilmiah yang menyatakan bahwa pemanasan global (global warming) menyebabkan perubahan iklim. Pemanasan global diakibatkan oleh efek gas rumah kaca yang menahan radiasi matahari yang seharusnya dipantulkan kembali ke luar angkasa sehingga menyebabkan radiasi tersebut terperangkap di dalam atmosfer.

 Efek gas rumah kaca disebabkan oleh meningkatkan emisi karbon di atmosfer. Meningkatnya emisi karbon di atmosfer dapat disebabkan oleh berbagai kegiatan manusia di bumi seperti salah satunya alih fungsi lahan gambut menjadi lahan perkebunan. 

Oleh karena itu, penting bagi kita semua agar dapat menjaga kelestarian lingkungan hidup. hal ini karena jika kita merusak lingkungan maka hal ini akan menjadi efek boomerang yang akan menyerang kita kembali. Untuk menjaga kelestarian lingkungan agar terhindar dari pemanasan global dibutuhkan sinergi dan kolaborasi dari berbagai pihak. Terutama bagi generasi muda bangsa yang merupakan #MudaMudiBumi dan masih sangat membutuhkan bumi. Sebagai #MudaMudiBumi dituntut untuk dapat belajar dan bersungguh-sungguh agar dapat merawat bumi. Belajar dapat dilakukan dari berbagai sumber termasuk dari Komunitas Adat Terpencil (KAT) yang secara langsung menjaga hutan yang mereka huni. Salah satu KAT di Indonesia yang masih aktif turut serta menjaga hutan agar tetap lestari adalah Orang Rimba atau yang lebih dikenal dengan Suku Anak Dalam (SAD). 

Orang Rimba adalah salah satu suku pedalaman yang masih tinggal hutan. Saat ini mayoritas mereka tinggal di kawasan Taman Nasional Bukit Dua Belas Jambi. Hal ini memang unik karena Orang Rimba merupakan satu-satunya masyarakat adat yang diperbolehkan tinggal dan mengolah hasil hutan di taman nasional berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehutanan dan Perkebunan No. 258/Kpts-II/2000 pada tanggal 23 Agustus 2000 tentang Penunjukan Kawasan Taman Nasional Bukit Duabelas. 

Tentunya terdapat latar belakang tersendiri dari diperbolehkannya Orang Rimba untuk tinggal dan mengolah hasil hutan di Taman Nasional Bukit Duabelas Jambi. Hal ini tak terlepas dari fakta bahwa mereka dapat mengelola hutan dengan baik. Kehidupan Orang Rimba tidak dapat dipisahkan dari hutan sehingga mereka menyebutnya “Genah Bapenghidupan” yang berarti tempat untuk menjalani hidup.  Hal inilah yang menjadikan mereka menyadari pentingnya hutan bagi kehidupan. 

Orang Rimba menjaga hutan yang mereka huni dengan kearifan lokal yang mereka miliki. Kearifan lokal Orang Rimba dalam mengelola hutan diantaranya  :

1. Pohon Sialang

Pohon sialang merupakan sebutan yang diberikan untuk pohon-pohon yang dijadikan sarang oleh lebah-lebah penghasil madu. Lebah dalam bahasa rimba disebut sialang dan madu yang dihasilkan disebut madu sialang. Pohon sialang dilarang keras untuk ditebang terutama yang telah menghasilkan madu. Menebang pohon sialang dapat dikenakan sanksi adat.
Pohon Sialang
Sumber: www.tnbukitduabelas.id

2. Benuaron

Merupakan istilah yang diberikan Orang Rimba untuk area yang banyak ditumbuhi oleh pohon buah-buahan yang tumbuh secara alami. secara umum dapat diartikan sebagai kebun buah. Buah-buahan hutan menjadi salah satu sumber makanan bagi Orang Rimba untuk itu dilarang untuk menebang pohon buah yang terdapat di area ini. Bagi yang melanggar akan dikenakan sanksi adat.

3. Setubung Budak

Merupakan kearifan lokal Orang Rimba yang mana mereka akan menandai pohon atas kelahiran setiap anak-anak mereka. Setiap ada kelahiran anak Orag Rimba akan menandai pohon sentubung dan pohon senggeris. Pohon yang ditandai ini diibaratkan menjadi perwujudan jiwa anak mereka tersebut. Karena itu jika seseorang menebang pohon ini maka sanksinya sama dengan telah membunuh seseorang. Berdasarkan hal ini dapat kita lihat keseriusan Orang Rimba dalam menjaga kelestarian tempat hidup mereka.

4. Tata Kelola Tradisional

Selain beberapa kearifan lokal di atas Orang Rimba juga mengerti pembagian tata ruang tradisional hidup mereka. Berdasarkan hukum adat, tata ruang ini dilarang keras untuk diganggu atau dirusak keberadaannya karena beberapa tempat ini dianggap sacral bagi mereka. Ruang-ruang tersebut diantaranya pasoron, tanah badewo, dan paranokan.

Berdasarkan penjelasan sebelumnya telah kita lihat bagaimana cara Orang Rimba yang notabanenya adalah masyarakat adat yang tidak memiliki pendidikan tinggi tetapi mereka paham cara untuk berterimakasih kepada hutan. Mengetahui hal tersebut tidakkah kita malu dengan mereka yang senantiasa menjaga hutan sedangkan masih banyak di antara kita masih diam saja melihat lingkungan yang dirusak atau bahkan kita ikut serta merusak lingkungan sedang kita mengetahui bahwa hal tersebut dapat berdampak besar terhadap pemanasan global yang memicu perubahan iklim. Untuk itu sekaranglah saatnya #TimeForActionIndonesia bagi kita semua sebagai bentuk aksi nyata untuk mengurangi pemanasan global dan sebagai bukti kecintaan kita semua #UntukmuBumiku.  

MENULIS ADALAH AKSIKU!!!

Yap, di blog ini aku berbagi beragam topik bacaan, mulai dari pendidikan, bisnis, hingga lingkungan. Menulis sudah menjadi hobiku sejak duduk di bangku sekolah menengah pertama, dengan menulis aku bebas mengekspresikan segala sesuatu dan membagikanya kepada masyarakat luas. 

Aktivitas menulis dapat memperluas pengetahuan dan wawasan, contoh sederhananya ketika menulis artikel ini, aku harus riset materi dan membaca beberapa literatur untuk membuat tulisan yang berbobot, ditambah lagi kreativitas dalam merangkai kata untuk membuat tulisan  yang menarik dibaca menjadi tantangan bagi penulis pemula sepertiku.

Oh ya Btw, aku sudah menulis beberapa topik mengenai lingkungan di Blog ini, teman-teman bisa menelusurinya nanti ya..

Dengan menulis aku berusaha mengajak teman-teman sekalian untuk ikut berkontribusi dan membuka kesadaran teman-teman akan pentingnya memitigasi perubahan iklim.

Inilah aksiku dalam meyebarluaskan pengetahuan tentang mitigasi perubahan iklim yaitu melalui karya tulis. Kamu bisa juga loh berkontribusi hanya dengan dari rumah dan memanfaatkan gawai yang kamu miliki!

Mulai Aksi Sederhana Ini Untuk Mitigasi Perubahan Iklim

1. Berdonasi untuk Organisasi Konservasi Hutan dan Lingkungan

Semakin berkembangnya teknologi juga semakin banyak alternatif cara yang dapat kita lakukan untuk melakukan berbagai kegiatan. Salah satu cara yang dapat kita lakukan untuk ikut serta menjaga kelestaria hutan tetapi kita tidak memiliki waktu lebih untuk terjun langsung ke lapangan dapat dilakukan dengan berdonasi untuk organisasi-organisasi yang berfokus melakukan konservasi hutan dan lingkungan. Hal terpenting dan utama jika kita ingin melakukan ini adalah pastikan bahwa organisasi tujuan kita adalah organisasi resmi dan dapat dipercaya. Dapat dilakukan dengan melihat dasar hukum berdirinya organisasi tersebut dan berbagai pencapaian mereka dalam konservasi hutan dan lingkungan. Salah satu organisasi terpercaya yang dapat menjadi piliha kta adalah Lindungi Hutan yang dapat diakses di https://lindungihutan.com/ .

2. Ikut Menyebarkan Kampaye Menjaga Hutan dan Lingkungan di Media Sosial

Pada saat ini media sosial merupakan salah satu media penyampai infromasi yang besar yang penggunaanya tidak terbatas tempat dan waktu. Melihat banyaknya pengguna media sosial di dunia tak terkecuali di Indonesia dapat kita manfaatkan untuk ikut serta menyebarkan kampenye menjaga hutan dan lingkungan.  

Dengan begini kita dapat membantu menyebarkan informasi-informasi mengenai dampak buruk yang diakibatkan jika kita tidak menjaga lingkungan dengan baik sehingga diharapkan dapat memicu agar semakin banyak orang yang menyadari pentingnya menjaga hutan dan lingkungan.

3. Menanam dan Menjaga Pohon di Pekarangan Rumah

Menanam dan menjaga pohon di pekarangan rumah dapat menjadi aksi nyata bagi kita untuk turut serta menjaga hutan dan lingkungan. Pohon yang ditanam diutamakan adalah pohon dikotil dan berbuah seperti pohon mangga dan jambu. Seperti yang kita ketahui pohon memiliki banyak menfaat bagi lingkungan tidak hanya bagi manusia juga bagi berbgai hewan lainnya seperti serangga.

Finally,

Itulah beberapa hal yang dapat kita lakukan sebagai aksi nyata ikut berkontribusi menjaga hutan dan lingkungan untuk mengurangi pemanasan global sehingga mencegah terjadinya perubahan iklim. Sebagai pemuda Indonesia dan bentuk tekad kita dalam menjaga lingkungan hidup mari kita bersama bersama-sama berbakti untuk negeri. Sebagai #MudaMudiBumi mari kta bersama-sama berikrar sebagai bentuk komitmen kita bersama dalam menjaga kelestarian  hutan dan lingkungan demi kehidupan yang lebih baik.

1. kami #MudaMudiBumi Indonesia akan senantiasa berusaha menjaga pohon di lingkungan kami.

2. Kami #MudaMudiBumi Indonesia akan senantiasa berusaha mengkampanyekan pentingnya menjaga hutan dan lingkungan baik melalui media sosial ataupun secara langsung.

3. Kami #MudaMudiBumi Indonesia akan senantiasa berusaha belajar dengan sungguh-sungguh agar dapat mengedukasi pentingnya menjaga kelestarian hutan dan lingkungan.

2 thoughts on “Bahkan Orang Rimba Mengerti Pentingnya Menjaga Hutan”

  1. Benar banget, peran kita sebagai anak muda sangat penting dalam melestarikan alam. Dengan kita ikut membantu menyebarkan kampanye tentang kelestarian alam, dengan cara itu sebenarnya kita sudah ikut serta menjaga alam kita.

    Reply
  2. Wah rasanya malu kita sebagai generasi muda yang hidup di zaman serba ada, kini telah meninggalkan yang namanya upaya pelestarian alam. Malu banget pas baca antuasiasnya orang rimba di pedalaman yang jauh dari kamajuan zaman sangat paham akan pentignya menjaga kelestarian alam. Seharusnya kita bisa mengabil ibrah atau pelaran berharga dari yang dijelaskan didalam artikel ini. Terima kasih banyak untuk penulis dalam pencerahannya. Semoga kedepannya menguak berbagai macam hal yang tidak kita ketahui selama ini dalam tulisan-tulisan artikel berikutnya.

    Reply

Leave a Comment